Pembelahan Meiosis




      Dua peristiwa sitologis dan genetis yang merupakan proses prinsipil pada mahkluk hidup yang berkembang biak secara seksual yaitu meleburnya dua gamet haploid membentuk zigot yang diploid, yang juga dikenal dengan proses singami atau fertilisasi, dan proses terbentuknya gamet-gamet. Proses ini memerlukan tahapan pembelahan inti sel diploid yang akan menjadi gamet haploid yang memiliki setengah kromoson inti sel yang dimiliki individu tersebut. Tahapan pembelahan ini dikenal sebagai pembelahan meiosis yang sangat berbeda dengan pembelahan mitosis pada sel autosom. Pada pembelahan meiosis terjadi dua kali pembelahan inti berturut-turut dengan tahapan meiosis I dan meiosis II (Suryo, 2007: 25).
            Adapun bagan tahapan pembelahan meiosis adalah sebagai berikut:




Meiosis I
A.      Profase I
Profase I merupakan fase yang sangat lama, pada fase ini terdapat beberapa tahapan yaitu:
1)      Leptonema (leptotene)
Kromosom belum dapat dikenal, benang kromosom yang tampak halus  dinamakan kromonema. Pada sebagian besar spesies terlihat adanya kromomer yaitu bagian yang lebih gelap karena lebih banyak mengikat zat warna. Euchromatin dan heterochromatin?
2)      Zigonema (zygotene)
Terjadinya sinapsis yaitu kromosom homolog saling berpasangan, yang terlihat sebagai  synaptonemal complex (SC) dengan dua element lateral dan sebuah elemen pusat yang dipisahkan oleh komponen pusat dan elemen-elemen ini dihubungkan oleh filamen transversal.
 3)      Pakhinema (pachytene)
Fase yang paling lama pada profase I. Pada fase ini memungkinkan terjadinya proses pindah silang, namun baru tampak pada fase berikutnya.
Banyaknya kromatid dalam profase mitosis sama dengan profase I meiosis, sebab dalam profase mitosis tiap kromosom terdirii dari dua kromatid. Perbedaannya terletak pada distribusi kromosom-kromosom dalam nukleus. Dalam profase mitosis, kromosom-kromosom homolog terpisah dan tidak saling berhubungan. Dalam profase I meiosis, kromosom homolog berpasangan sebagai bivalen atau tetrad, dan inilah yang akan menjadi jumlah haploid. 
Recombination nodules
4)      Diplonema (diplotene)
Mulai berpisahnya kromatid yang berpasangan. Namun pada daerah kiasma (jamak kiasmata) yang merupakan tempat terjadinya persilangan kromatid-kromatid yang tak serupa putus dan bersambungan secara resiprok. Proses penukaran segmen-segmen kromatid tak serupa secara resiprok dinamakan pindah silang (crossing over). Proses ini akan menghasilkan tipe rekombinasi, gamet yang menerima kromatid tanpa pindah silang disebut gamet tipe parental dan akan menghasilkan keturunan tipe parental. Pada stadia ini nukleus menghilang. Pembentukan sinaptonema untuk pembentukan kiasma dan berlangsungnya crossing over.
5)      Diakinesis
Kromosom-kromosom mengalami terminalisasi, artinya kiasmata bergerak menuju ujung kromosom dengan meninggalkan sebuah perlekatan terminal antara pasangan lengan kromosom-kromosom homolog yang semula sudah dibentuk. 
  

Fase antara meiosis tahap I dan meiosis tahap dua disebut sebagai interkinesis, dan biasanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Dinding nukleus menghilang, gelendong ini (spindel) mulai terbentuk.

B.     Metafase I
Pasangan kromosom homolog berada di bidang ekuator sel. Daerah sentromer dari dua kromosom yang menyusun bivalen saling menjauhkan diri menuju kutub spindel yang berlawanan.
C.   Anafase I
Terjadi disjunction, yaitu kromosom homolog yang mengalami sinapsis mulai bergerak untuk berpisah. Pada anafase mitosis kromatid saudara memisahkan diri menjadi kromosom bebas sedangkan pada fase anafase meiosis I kromatid saudara tetap berhubungan pada daerah sentromer. Daerah sentromer dari kromosom-kromosom homolog dalam tiap bivalen menjauhkan diri dan bergerak ke kutub spindel yang berlawanan.
D. Telofase I
Dinding nukleus dan nukleolus terbentuk lagi seperti pada telofase mitosis
Rangkaian lengkap proses meiosis I terdapat pada gambar berikut.


Meiosis II
A.    Profase II
Sebelum profse II ini terjadi interfase yang sangat singkat. Pada beberapa spesies bahkan tidak terjadi interfase, sehingga dari telofase I langsung ke profase II, dan ada juga yang langsung ke metafase II. Terdapat anggapan bahwa tahapan fase meiosis II ini sebagai pembelahan mitosis.
 B.  Metafase II
Kromatid saling memisah di daerah sentromer. Spindel pada metafase II ini berbentuk tegak lurus terhadap letak spindel pada metafase I.
C. Anafase II
Kromatid bergerak ke kutub spindel yang berlawanan. Terjadilah reduksi jumlah kromososm.
D. Telofase II
Nukleus mengandung kromosom haploid.
 Rangkaian proses meiosis II terdapat pada Gambar berikut.


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar